Rabu, 01 September 2010

Dermato Musculo Skeletal


PENGAMBILAN SPESIMEN BAKTERI

Yang dimaksud dengan pengambilan sampel adalah mengambil specimen atau sampel atau bahan pemeriksaan dari penderita, dengan memperhatikan waktu pengambilan, cara pengambilan, dan banyaknya sampel yang diambil. Ada pula sampel diambil dari luar penderita yaitu dari lingkungan/ sekitar penderita, misalnya air, makanan, minuman, dsb. 
A.    Cara  Pengambilan Sampel Luka (Kulit)
a.       Waktu pengambilan
Setiap waktu boleh diambil. Idealnya sebelum penderita mendapatkan pengobatan dengan antibiotika
b.      Cara pengambilan
-          Menyiapkan cotton bud steril, media Carry and Blair sebagai media transport dan tempat steril untuk menyimpannya.
-          Menghapuskan luka atau kulit yang akan diambil sampelnya dengan cotton bud. Hindari cotton bud kontak dengan sekeliling luka atau kulit yang akan diambil sampelnya
c.       Jumlah yang diambil dan penanganannya
-          Dua sampai tiga batang cottun bud yang sudah dioleskan pada luka atau kulit tersebut dimasukkan ke dalam media transport
d.      Penyimpanan
Cotton bud berisi sampel dapat langsung digunakan untuk pemeriksaan atau apabila dimasukkan ke dalam media transport dapat disimpan pada suhu kamar selama 3 jam, sedangkan jika disimpan dalam lemari es dapat mencapai 15 hari.









Staphylococcus aureus
Morfologi :
Gram positif, kokus, kecil-kecil, diamater 0,8-1 mikron, berkelompok yang tidak teratur seperti kelompok buah anggur yang biasa disebut staphylococcus, tidak berspora, tidak berkapsul, tidak bergerak.

Kultur dan Biokimia :
Blood agar plate       : koloni sedang sampai besar, smooth, keping, berwarna putih sampai kuning, hemolitik atau anhemolitik
Manitol Salt Agar    : koloni kecil sampai sedang, smooth, kuning dikelilingi oleh zona berwarna kuning juga
Nutrient Agar           : koloni berwarna putih sampai kunig, smooth, keping, cukup subur
Manitol                     : asam baik diinkubasi pada kondisi aerob maupun anaerob
Positif test                :  katalase test, staphylase test, D-Nase test test, koagulase test
Negatif test              :  oksidase test

Isolasi dan Identifikasi :
Hari I:
-    Spesimen ditanam pada media Blood Agar plate dan Manitol Salt Agar plate
-    Masukkan ke dalam inkubator dalam suhu 37 derajat celcius, 24 jam

Hari II:
-          Koloni yang tersangka Staphylococcus dilakukan pewarnaan gram
-          Jika gram Staphylococcus gram positif ditanam pada media nutrient agar, D-Nase agar, gula manitol.
-          Inkubasi 37 derajat celcius, 24 jam

Hari III:
-          Diamati dan dicatat pertumbuhan pada masing-masing media
-          Hasil pengamatan pada media dan tes-tes dibandingkan dengan sifat-sifat kultur dan biokimianya, untuk ditentukan diagnosanya


Streptococcus pyogens
Morfologi :
Gram positif, streptokokus yaitu coccus kecil-kecil yang berbentuk bulat bola atua oval, berpasangan, memebntuk rantai pendek atau panjang, tidak berspora, tidak bergerak, ada yang berkapsul.

Kultur dan Biokimia :
Blood agar plate    :  kecil-kecil, diameter 0,5 - 1 mm, smooth, bulat, jernih, sedikit cembung, berwarna putih sampai abu-abu , beta hemolitik
Blood Broth          :  keruh, hemolitis (terjadi warna merah di atas endapan eritrosit)
Mac Conkey agar  : tidak tumbuh
Endo agar              :  tidak tumbuh
Positif test             :  oksidase test
Negatif test           :  katalase test

Isolasi dan Identifikasi :
Hari I:
-    Spesimen ditanam pada media Blood Agar plate
-    Masukkan ke dalam inkubator dalam suhu 37 derajat celcius, 24 jam

Hari II:
-          Koloni yang tersangka Streptococcus dilakukan pewarnaan gram
-          Jika Streptococcus gram positif ditanam pada media Blood agar tube dan Blood Broth
-          Inkubasi 37 derajat celcius, 24 jam

Hari III:
-          Diamati dan dicatat pertumbuhan pada masing-masing media
-          Hasil pengamatan pada media dan tes-tes dibandingkan dengan sifat-sifat kultur dan biokimianya, untuk ditentukan diagnosanya





Mycobacterium leprae
Nama lain : Hanssens bacillus

Penyakit yang ditimbulkannya adalah kusta, lepra, leprosy, Hanseniasis, Hansen’s disease atau morbus hansen

Ciri – Ciri :
* berbentuk batang lurus atau batang bengkok; 0,2 - 1,4  x  1 - 7 µm
* terdapat pada sel lepra dan bebas pada saluran limpa
* hasil pemeriksaan langsung : packet of cigar’s (globy)
* bersifat tahan asam, gram positif, nonmotil, tidak berspora, diduga berkapsul yang dapat rusak ketika diwarnai oleh carbol fukhsin
* basil yang berasal dari lesi yang akut : warna lebih baik; lesi yang diobati : kurang menyerap warna   
      Didapat INDEKS MORFOLOGI
* Bakteri yang tidak dapat memenuhi Postulat Koch
* Waktu generasi bakteri ini terpanjang : 20-30 hari
* Waktu inkubasi : kaki mencit 5-6 bulan, pada manusia 10-12 tahun

Penderita lepra memberikan hasil positif pada TES LEPROMIN, yaitu suatu tes imunologis yang spesifik pada kulit yang dilakukan dengan menyuntikkan secara intrakutan dari antigen yang dibuat dari nodul lepromatous.

Tujuan dari tes lepromin (sekarang menggunakan antigen Darmedra) :
* untuk mengetahui ketahanan hospes terhadap M. leprae
* menentukan prognosis penyakit leprae
* membantu menegakkan diagnosis penyakit lepra
* mengetahui hasil pengobatan terhadap penyakit lepra

Pembacaan hasil dari tes lepromin :
* Early Fernandes Reaction (dibaca setelah 48 jam)
Reaksi timbul cepat dalam waktu 24 - 48 jam.
Positif : terdapat erytema dan indurasi
Negatif : bila hanya terdapat eritema atau tidak ada perubahan pada tempat suntikan
* Delayed Mitsuda Reaction (dibaca setelah 4-6 minggu)
Positif : terdapat populae kecil yang timbul setelah 7 - 10 hari, kemudian berubah menjadi papula besar, yang selanjutnya menjadi nodul dengan diameter 1 cm
Negatif : tidak ada reaksi local, atau reaksi local yang positif kemudian berubah menjadi negative (disebabkan adanya basil lepra yang utuh)

Evaluasi hasil Tes Lepromin
Untuk mengetahui daya tahan hospes :
* Pada lepra yang ganas, selalu diperoleh tes lepromin yang  negative pada tipe lepromatus yang dini memberikan reaksi positif dan berhubungan dengan prognosis yang baik      
* Hasil tes lepromin negatif terjadi pada tipe lepromatous akut, dimana penderita dalam kondisi prealergia
* Hasil tes lepromin positif, selain pada lepra dini (tipe tuberkuloid) juga terdapat pada anak-anak yang divaksinasi BCG.

            Bentuk klinis :
*  International Conggres of Leprosy di Madrid     (1953) : terdapat 4 bentuk infeksi oleh M. leprae                  
* 1966, Ridley dan Jopling, membagi :
1. Tuberkuloid (TT) type
2. Borderline tuberculoid (BT) type
3. Borderline borderline (BB) type
4. Borderline lepromatous (BL) type
5. Lepromatosus leprosy (LL) type

Tuberkuloid (TT) :
* Daya tahan tubuh penderita masih tinggi : tes lepromin postif (+) kuat
* Pertumbuhan bakteri lambat
* Pemeriksaan bakteriologis hampir selalu negative, bila positif     tidak dalam bentuk globi
* Kurang infeksius
* Gejala penyakit :
Adanya lesi berupa bercak makulo anestetik dan hipopigmentasi yang terdapat disemua tempat terutama       pada wajah dan lengan, kecuali ketiak, kulit kepala, perineum          dan selangkangan. Batas lesi jelas berbeda dengan kulit disekitarnya. Hipopigmentasi merupakan gejala yang menonjol. Lesi dapat mengalami penyembuhan spontan atau dengan pengobatan selama tiga (3) tahun. Gejala neurologis tampak pada  stadium dini berupa anestetik, pembengkakkan saraf dan paralisis terutama mengenai N. auricularis magnus; N. peroneus superfisialis dan N. unaris

Borderline Tuberculoid (BT)
Gejalanya sama dengan tipe TT, tetapi lesi lebih kecil, tidak disertai adanya kerontokan rambut dan perubahan saraf hanya terjadi pembengkakan.

Borderline Borderline (BB)
* Pada pemeriksaan bakteriologis ditemukan beberapa basil
* Tes lepromin memberikan hasil negatif
* Lesi kulit berbentuk tidak teratur, terdapat satelit yang mengelilingi lesi dan distribusinya asimetris
* Bagian tepi dari lesi tidak dapat dibedakan dengan jelas terhadap daerah sekitarnya.disertai adanya adenopathi regional

Borderline Lepromatous (BL)
* Lesi berupa makula dan nodul papula yang cenderung asimetris.
* Kelainan saraf timbul pada stadium lanjut
* Tidak terdapat gambaran seperti terjadi pada tipe lepromatous, yaitu tidak disertai madrosis, keratitis, ulserasi maupun facies leonina

Lepromatous Leprosy (LL)
* Bakteri M. leprae pada bentuk klinis LL bersifat ganas dan infeksius
* Daya tahan tubuh hospes rendah, karena terjadi gangguan imunitas seluler
* Tes lepromin negatif dan prognosis penyakit jelek
* Pada pemeriksaan bakteriologis selalu positif dan basil ditemukan dalam bentuk globi
* Gejala penyakit :
l  Lesi menyebar simetris, mengkilap berwarna keabu-abuan. Tidak ada perubahan pada produksi kelenjar keringat, hanya sedikit perubahan sensasi.
l  Pada fase lanjut terjadi madrosis (alis rontok), facies leolina dan muka berbenjol-benjol

Diagnosis laboratorium bahan pemeriksaan diambil dari :
* Kerokan lesi kulit
* Mukosa septum nasi
* Serum Reitz dari cuping telinga

Cara pemeriksaan dari kerokan lesi kulit :
* Kulit dibersihkan dengan alkohol 70%, kemudian dikeringkan
* Kulit diregangkan dengan tangan dan dikerok menggunakan skalpel
* Gelas obyek dilekatkan pada lesi kemudian dibiarkan mengering
* Sedian difiksasi,
* Dilakukan pewarnaan tahan asam

Penyakit dapat ditularkan melalui kontak langsung yang infeksius. Faktor yang mempengaruhi penularan adalah :
* Kontak intim yang dan lama
* Keadaan sosial ekonomi yang jelek
* Usia terutama 6 bulan – 20 tahun : paling banyk 2-3 tahun
* Jenis kelamin laki-laki > wanita
* Kepekaan individu

Pengobatan :
1.  Sebagai obat pilihan adalah DDS (diamin -difenil - sulfon), atau turunannya seperti dapson, prominsulfetron
2.  Obat yang lain, meliputi:
- oleumchaulmograe
- streptomisin,rifampisin
- clofazimin (bila telah resisten thd gol sulfon)

Pencegahan :
* Menemukan kasus secara dini
* Terhadap penderita aktif (di daerah endemis), dilakukan isolasi dan diberikan pengobatan sebaik - baiknya
* Pemberian DDS atau kemoprofilaksis pada anak - anak yang kontak
* Pemberian vaksinas BCG karena dapat    mengkonversikan tes lepromin negatif menjadi positif
Bentuk Klinis Infeksi
  Keterangan
Daya tahan tinggi
Tidak ada daya tahan tubuh
TT
BT
BB
BL
LL
  Lesi
1 / 2
Beberapa
Cukup banyak
Lebih banyak
Sangat banyak dan asimetris
  Basil pada pemeriksaan langsung
0
+ s/d ++
+++
++++
+++++
  Tes
+++
++
+
+ / -
0
























MIKOSIS
DIAGNOSIS
            1. Anamnesis
            2. Gambaran klinis
            3. Pemeriksaan laboratorium :
                                    - mikroskopis
                                    - biakan

PEMERIKSAAN MIKOLOGI
Spesimen : kerokan kulit
Pengambilan secara aseptis, ditampung dalam piring petri / kertas amplop sterilà biakan
Pemeriksaan mikroskopis langsung :
   . Spesimen + KOH / KOH + tinta parker BB
   . Kuku + KOH 30% / KOH + DMSO, tunggu 2 jam



HASIL
Dermatofita :
      . Hifa, artrospora, spora
Non dermatofita :                                                                                                                  
      . Yeast, blastospora, pseudohifa, hifa, spora


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           






Biakan : ditanam pada media
SDA / DTM atau SDA + olive oil
Dieramkan suhu kamar, 370 C, 1 - 2 minggu

  1. Koloni Mold :
      . Dermatofita             :  Trichophyton, Microsporum, Epidermophyton
            . Non dermatofita      :  Exophiala, Scytalidium, Scopularopsis, Aspergillus,      Fusarium
      2.   Koloni Yeast
            . Candida, Rhabdotorula, Malasseria
              Uji kecambah, klamidospora, fermentasi, asimilasi, gula gula.

KESIMPULAN
1.      Pemeriksaan mikroskopis langsung dapat untuk menentukan adanya mikosis superfisialis : cepat, murah, sederhana.
2.      Penentuan jenis fungi penyebab penyakit, perlu ditanam pada media, membutuhkan waktu yang lebih lama.


















SOAL
  1. Mengambil specimen atau bahan pemeriksaan dari penderita dengan memperhatikan waktu pengambilan, cara pengambilan dan banyaknya sampel yang diambil di sebut dengan Pengambilan Sampel.
  2. Idealnya pengambilan specimen dapat dilakukan setiap waktu.
  3. Media Carry & Blair, merupakan media pertumbuhan untuk pengambilan spesimen.
  4. Pada medium Manitol Salt Agar, Staphylococcus aureus membentuk koloni besar, rough, berwarna kuning dan seringkali dikelilingi oleh zona berwarna kuning.
  5. Cara pemeriksaan dari kerokan lesi kulit untuk melihat Mycobacterium leprae secara mikroskopis dengan pewarnaan tahan asam.
  6. Diagnosis laboratorium bahan pemeriksaan untuk M.leprae dapat diambil dari kerokan lesi kulit, mukosa septum nasi dan serum Reitz dari cuping telinga.
  7. Pemeriksaan jamur,spesimen dapat diambil pula dari serum darah..
  8. Pemeriksaan mikroskopis langsung untuk jamur dapat diambil langsung dengan cara:
Spesimen  + KOH +DMSO
Kuku  +KOH 30% + Tinta parker.
  1. Untuk mengkultur jamur digunakan medium Sabaroud Dextrosa Agar yang dieramkan pada suhu kamar selama 1-2 X 24 jam
  2. Pemeriksaan mikroskopis langsung dapat digunakan untuk menentukan adanya mikosis superfisialis yang lebih cepat, murah dan sederhana.

AIA Syariah


smart investing (apig)
gmn aiaPT. Global Media Nusantara sebagai mediator investasi syariah bekerja sama dengan perusahaan asuransi unit syariah, memberikan nilai tambah terhadap hasil investasi melalui program Automatic passive Income Generator (APIG).
Selain sebagai perlindungan jiwa, Smart Investing memberikan investasi ketika usia pensiun tiba (55 tahun) dengan hasil maksimal yang bisa digunakan sebagai dana pensiun. Manfaat perlindungan jiwa : 50 s/d 100 juta (dilindungi hingga 80 tahun). jika tidak terjadi klaim hingga akhir kontrak, nasabah diberikan SURPLUS SHARING dan bonus loyalitas dari perusahaan Asuransi yang pembagiannya diawasi DNS-MUI. Dana Investasi dialokasikan kepada saham perusahaan besar melalui DANAREKSA INDEKS SYARIAH yang tergabung dalam BURSA EFEK JAKARTA.
Tanamkan uang Anda Rp. 11.600 perhari, selama 5 tahun. Petik hasilnya dengan berlipat
Tabungan (per bulan)
Tenor (Lama menabung)
Total uang yang Anda keluarkan
Total hasil investasi di usia 55 Tahun
Perlindungan Jiwa
Rp. 350.000
5 Tahun
Rp. 21.000.000
Rp. 465.000.000
Rp. 100.000.000
PLUS faktor kali yang menjamin Anda mendapatkan
PASSIVE INCOME..!!
Yaitu dengan system Automatic Passive Income Generator (APIG) yang menempatkan setiap investor dalam sebuah jaringan yang tersusun otomatis sesuai urutan waktu investasi dimanapun meraka berada dan siapapun yang mereferensikannya (tidak ada upline/downline di sistem APIG).
Investor baru menambahkan 4 (empat) titik di sistem APIG, dan aktivitas top up (menabung pada bulan berikutnya) manambahkan 8 (delapan) titik. Di tahun ke 3 s.d ke 5 setiap 3 bulan menambahkan 1 titik.
Bulan ke 1 = 4 titik
Bulan ke 2 s.d 24 = 8x23 = 184 titik
Bulan ke 25 s.d 60 = 1 titik setiap 3 bulan (4 titik/tahun x 3 tahun = 12 titik)
Total titik yang Anda miliki selama 5 tahun menabung adalah 200 titik.
Setiap titik yang mengisi jaringan APIG Anda bernilai Rp. 500 / titik
Pertumbuhan titik di jaringan APIG akan terus bertambah seiring tingkat pertumbuhan investor baru dan investor terdahulu yang melakukan top up. sehingga dengan sistem APIG ini, beberapa bulan ke depan Anda tidak perlu menabung dengan uang dari saku Anda.
Bahkan lebih DAHSYAT lagi
karena setiap titik memiliki kedalaman 20 level dengan faktor kali yang akan memberikan penghasilan besar setiap bulan, selain hasil investasi yang dikelola DANAREKSA INDEKS SYARIAH.
pensiun muda dan kaya
Jaga 5 hal sebelum datang 5 perkara
  1. Muda sebelum tua
  2. sehat sebelum sakit
  3. Kaya sebelum miskin
  4. Lapang sebelum sempit
  5. Hidup sebelum mati

hasana barkah
SUDAHKAH ANDA mempersiapkan MASA DEPAN Anda dan orang-orang yang Anda CINTAI..???
Rencanakan MASA DEPAN Anda dengan PENUH BERKAH bersama PRODUK SYARIAH
PASTIKAN hari ini
ESOK mungkin TERLAMBAT
Untuk mengikuti prgram ini Anda harus membeli kartu aktivasi program APIG dengan pilihan :
  • Paket Silver (1 account tabungan investasi dan perlindungan) Rp. 595.000,-
  • Paket Gold (3 Personal franchise + 1 account tabungan dan perlindungan) Rp. 975.000,-
  • paket Platinum (7 Personal franchise + 1 account tabungan dan perlindungan) RP. 1.745.000.-
CATATAN:
  1. Harga sudah termasuk tabungan di bulan pertama
  2. Kita bisa mengambil lebih dari 1 account, potensi penghasilan bisa berlipat
  3. Saat aktivasi pertama kali, kita mendapatkan 4 titik (nodes) sebagaimana dalam ilustrasi
  4. Tabungan perbulan Rp. 350.000,- selama 5 (lima) tahun saja
FASILITAS TAMBAHAN:
  1. Pengisian pulsa mandiri All Operator
  2. Program SMS hut-hut
    • SMS Broadcast
    • SMS Premium
    • SMS murah lintas operator
  3. Program Bayar tagihan dapatDUIT (PLM, Telkom, PDAM, BBM dll)
  4. Belanja di Mall dengan Voucher dapat DUIT
  5. Program RBT Broadcast (Terima Telepon dapat DUIT)
  6. Kartu Discount CCI
  7. Pasang iklan gratis di www.flexterkita.com
  8. Web Replikasi penunjang promosi Online 24jam.
  9. Next inovation
COMPANY PROFILE
PT. Global Media Nusantara didirikan tahun 2005 dengan bisnis usaha di bidang teknologi dan informasi. Seiring dengan perkembangannya yang pesat, PT. GMN terus meningkatkan kualitas sistem dan pelayanannya. Dengan sistem yang telah teruji secara financial dan teknis, menjadikan PT. GMN sebagai bisnis masa depan yang dapat diandalkan sebagai aset warisan passive income bagi member-membernya. Hal ini lah yang membuat jumlah pertumbuhan member PT.GMN mencapai 2000 perhari..
kantor cabangKantor Cabang Flexter
PT. GMN memiliki komitmen untuk selalu berinovasi dalam pengembangan produk teknologi yang bersifat masal dan dibutuhkan banyak orang. Sejalan dengan itu pula, PT. GMN selalu menjaga legalitas dan pengakuan dunia internasional yang terbukti telah memiliki sertifikat yang mendukung sistem perusahaan.
dukungan
itbDukungan SDM IT terbaik ITB
serverServer Line
dukunganServices Quality
PT. Global Media Nusantara
iso

CARA KERJA SISTEM APIG
apignodes
  • Saat pertama kita menabung memberikan 4 titik baru di APIG (misal titi-ID kita 12148 s.d 12149)
  • Satu bulan setelah menabung investor terdahulu dan kita melakukan Top Up. Hal ini akan menambah 8 titik di APIG (misal titik-ID kita: 32 s.d 32878) titik ini berada secara otomatis sesuai waktu top up)
  • Ditambah investor baru. Asumsinya ternaya hanya terpenuhi satu level saja. maka bonus yang kita peruleh dari titki-ID 12146 s.d 12149 adalah : 2 x Rp. 500 x 4 = Rp. 4000,-
DUA BULAN SETELAH INVESTASI
duabulan
  • Dua bulan setelah menabung kembali kita dan para investor lainnya melakukan top up. Masing- masing menambahkan 8 titik (misalnya 8 titik-ID yang baru : 68125 s.d 67132). Ditambah investor baru, ternyata hanya terbentuk satu level baru.
  • Maka titik-ID 12146 s.d 12149 menambah 1 level lagi (menjadi level 2) dengan bonusnya : 4x Rp. 500 x 4 = Rp. 8000 Ditambah bonus untuk titik-ID 32871 s.d 32878 yang telah memiliki 1 level, yaitu : 2 x Rp. 500 x 8 = Rp. 8000,- total bonus yang kita terima : RP. 16.000,-
Begitulah seterusnya pada bulan selanjutnya. Sekalipun hanya bertambah satu level saja setiap bulannya, maka dapat dihitung menggunakan deret hitung seperti terdapa pada tabel dibawah ini
Bulan
Bonus Anda
Bulan
Bonus Anda
Bulan
Bonus Anda
1
4.000
16
393.208.000
31
8.387.584.000
2
16.000
17
786.424.000
32
8.386.560.000
3
40.000
18
1.572.856.000
33
8.384.512.000
4
88.000
19
3.145.720.000
34
8.381.416.000
5
184.000
19
6.291.448.000
34
8.372.224.000
6
376.000
21
8.388.600.000
36
8.355.840.000
7
760.000
22
8.388.600.000
37
3.323.072.000
8
1.258.000
23
8.388.600.000
38
8.257.536.000
9
3.064.000
24
8.388.600.000
39
8.126.484.000
10
6.136.000
25
8.388.592.000
40
7.864.320.000
11
12.280.000
26
8.388.576.000
41
7.340.032.000
12
24.568.000
27
8.388.544.000
42
6.291.456.000
13
49.144.000
28
8.388.480.000
43
4.194.304.000
14
98.296.000
29
8.388.325.000


15
196.600.000
30
8.388.096.000


Total Pengahasilan APIG anda selama 3,5 tahun
Rp. 197.132.100.000,-
DAHSYAT..!!!
big-smilemoney
Ini adalah ilustrasi perhitungan APIG yang hanya meningkat 1 level tiap bulannya kenyataannya semenjak APIG di launching bulan MEI 2010 dan pada bulan JULI 2010 sudah mencapai 7 level, berarti perkembangan APIG SANGAT PESAT..! Woooowwwww.... bisa dibayangkan kapan anda menjadi MILYUNER jika gabung sekarang.
DARI MANA UANG BONUS APIG???
  • Bonus APIG diambil dari komisi Asuransi yang semestinya milik PT. Global Media Nusantara (Flexter) dan keuntungan penjualan produk teknologi.
  • Komisi tersebut dibagikan kepada seluruh nasabah Tabungan Investasi dalam bentuk APIG.
  • Tidak ada yang dirugikan dalam sistem ini, karena semua mendapatkan manfaat dan hasil dari tabungan Investasi dan produk yang di beli
Apa Member Pasti Akan Mendapatkan Uang Bonus APIG???
  • Seluruh Member pasti akan mendapatkan uang bojus APIG, selama ia melakukan TOP UP (menabung pada bulan berikutnya).
  • Jumlah titik yang dihitung dalam jaringan APIG hanya 200 titik, dengan potensi Rp. 1,048 Milyar/titik
Bagaimana Jika Nasabah Tidak menabung pada Bulan Berikutnya???
  • Jika nasabah tidak melakukan TOP UP pada bulan berjalan, maka BONUS APIG nya tidak akan muncul
  • Dengan melihat perkembangan jaringan dan bonus APIG maka sebenarnya Nasabah hanya mengeluarkan uang pribadi RP. 350.000,- selama 7 bulan saja. karena pada bulan ke-8 bonusnya sudah mencukupi untuk melakukan TOP UP/ menabung

Masihkah Anda berpikir takut tidak bisa menabung? Atau Anda Masih Menabung dengan Cara Lama?
Tabel perbandingan hasil investasi melalui DEPOSITO di bank dengan APIG
  • Bapak (A) mendepositkan uangnya di bank umum dengan modal Rp. 21.000.000,-
  • Bapak (B) menabung setiap bulan Rp. 350.000,- melalui program APIG + jaminan Asuransi Jiwa
Berapakah keuntungan Bapak (A) dan (B) setiap bulannya???
Siapakah yang paling banyak mendapatkan hasil dari INVESTASI pada bulan ke 15???









Bapak A
Bapak B
Bulan
DEPOSITO
Asumsi SB 6% perbulan
Hasil Deposito
APIG
Asumsi titik 1 level/bln
Hasil Bonus APIG
1
21.000.000
Sejak pertama mendepositokan uang selalu mendapatkan bagi hasil sebesar 6% setiap bulan. Uang bagi hasil tersebut dimasukan kembali sebagai tambahan deposito
1.260.000
350.000
Sejak pertama menabung kita dapat 4 titik, bulan ke 2 s.d ke 24 menambah 8 titik. Tahun ke 3 s.d ke 5 setiap bulan mendapat 1 titik. Total titik yang kita miliki sebanyak 200
4.000
2
22.260.000
2.595.600
350.000
16.000
3
23.595.600
4.011.336
350.000
40.000
4
25.011.336
5.512.016
350.000
88.000
5
26.512.016
7.102.737
350.000
184.000
6
28.102.737
8.878.901
350.000
376.000
7
29.788.901
10.576.235
350.000
760.000
8
31.576.235
12.470.810
350.000
1.258.000
9
33.470.810
14.479.058
350.000
3.064.000
10
35.479.058
16.607.802
350.000
6.136.000
11
37.607.802
18.846.270
350.000
12.280.000
12
39.864.270
21.256.126
350.000
24.568.000
13
42.256.126
23.791.493
350.000
49.144.000
14
44.791.493
26.478.983
350.000
98.296.000
15
47.478.983
29.327.722
350.000
196.600.000

mui
MENGAPA HARUS IKUT ASURANSI SYARIAH???
"... dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakan mereka anak-anak yang lemah (iman, akhlaq, ilmu pengetahyan, fisik, dan ekonomi yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka" AL-Hasyr (59:18)
Dewan syariah Nasional (DSN) dan Dewan Pengawas Syariah (DPS)
Prof.Rr\R.H.Fathurrahman Djamil, MA (Ketua)
DRs. HM.Ichwan Sam
Dra. Hj.Mursyidah Thahir, MA